Apa kabar masa putih abu-abu? Lama tak
menyapamu. Putih abu-abu, apa kau tahu? Malam ini, tiba-tiba aku merindukanmu.
Rindu kenangan-kenangan pada masa itu. Masa putih abu-abu. Masa dimana aku
masih sedikit lugu. Masa yang mengenalkanku pada dunia baru. Memang benar
tentang apa yang orang katakan, masa putih abu-abu adalah masa paling
menyenangkan, tak terlupakan, dan penuh dengan kenangan. Ya, kenangan
kebahagiaan. Kenangan-kenangan manis yang kita ciptakan tak akan kulupakan.
Mungkin awalnya kita tak saling mengenal. Tapi berkat ketidakkenalan itulah
kita menjadi teman. Terima kasih teman, kalian telah memberiku banyak kenangan
walaupun tak semua kenangan itu menyenangkan. Terima kasih telah memberikan
warna di masa putih abu-abuku.
Dulu ketika kita masih duduk dibangku
SMA rasanya aku ingin segera keluar dari sana, melanjutkan cerita menjadi
mahasiswa. Mungkin kalian juga sama, ingin secepatnya lepas dari jenjang SMA. Benarkan?
Dan kini, setelah aku menjadi mahasiswa, rasanya aku ingin kembali menjadi anak
SMA. Bukan karena rindu akan pelajarannya tetapi karena rindu akan teman-teman
disana. Rindu dengan kenangan yang ada disana. Rindu dengan kalian, teman. Apa
kalian juga merasakan?
Aku tahu, aku bukanlah sosok orang yang
senang berbicara. Yang kalian tahu, aku adalah sosok yang pendiam. Asal kalian
tahu, aku tidak sekedar diam. Dalam diamku, sebenarnya aku memperhatikan
kalian. Memperhatikan tingkah kalian. Bagiku, itu adalah hal yang menyenangkan.
Mungkin sesekali aku juga bergabung dengan kalian. Kalian tahu? Kalian adalah
teman yang sampai sekarang belum kutemukan dibangku perkuliahan. Tidak ada yang
seperti kalian. Kalian menyenangkan dan penuh kenangan. Kalian tak tergantikan
dan tak dapat diduakan.
Sekarang kita telah berpisah, berbeda
arah, dan tak lagi satu sekolah. Semua sibuk dengan urusan masing-masing. Ada
yang kerja, kuliah, dan mungkin sebentar lagi ada yang ingin menikah. Tak lagi
kulihat wajah-wajah kalian. Dan tak lagi kudengar canda tawa kalian. Ketika aku
rindu kalian, aku hanya bisa melihat foto-foto kenangan yang pernah kita
ciptakan. Ya, melihat foto-foto kalian yang jumlahnya ribuan. Dengan melihat
foto kalian sedikit membuatku merasa senang. Aku sangat bersyukur mempunyai
teman seperti kalian.
Teman, aku rindu kekompakan kalian. Apa
kalian ingat? Tahun pertama kita bersama, banyak yang bilang kelas kita kompak.
Dan banyak yang iri dengan kekompakan kelas kita. Akan tetapi, pelan tapi
pasti, sedikit demi sedikit kekompakan itu perlahan menghilang, entah apa yang
menyebabkan. Mungkin karena kesalahpahaman atau mungkin itu sudah takdir tuhan.
Itu adalah cobaan yang diberikan tuhan, teman.
Teman, aku harap kekompakan yang pernah
kita ciptakan tak hilang termakan zaman. Walaupun memang kadang ada pertikaian,
tapi tolong jangan jadikan itu alasan untuk menciptakan kebencian. Kita adalah
teman, teman seperjuangan. Ketika kita bermusuhan, ingatlah saat dimana kita
saling bergandengan. Ingatlah bahwa kita adalah teman. Teman, teman, dan teman.
Dan tetaplah bergandengan tangan. Semoga kita semua sukses dimasa depan. Semoga
kita tak saling melupakan. Semoga kenangan kita selalu terkenang. Dan maaf jika
aku mempunyai kesalahan. Terimakasih, teman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar