Hari ini adalah hari
minggu. Pagi di hari minggu ini sangat cerah. Udara di luar juga sangat segar. Burung-burung
berkicau dengan gembira. Begitu juga dengan seorang gadis cilik nan cantik
bernama Clara yang tinggal tak jauh dari hutan. Dia tinggal di sebuah rumah
yang sederhana di pinggir hutan. Walaupun sederhana, rumah itu terlihat rapi dan
terawat. Banyak bunga yang tumbuh di halamannya.
Pagi ini, Clara terlihat sangat
bahagia. Dia menyiram bunga-bunga yang tumbuh di halaman rumahnya sambil
bernyanyi riang gembira. Clara memang anak yang ceria. Selain pandai menyanyi,
clara juga piawai dalam memainkan biola.
Seperti
biasa, karena hari ini adalah hari minggu dan sekolah libur, maka clara bermain
ke hutan bersama temannya. Teman clara ini bernama Elina. Rumah elina tak jauh
dari rumah clara. Akan tetapi, rumah elina jauh lebih dekat dengan hutan
daripada rumah clara. Oleh karena itu, clara pergi ke rumah elina terlebih
dahulu sebelum pergi ke hutan. “Elina.. elina..” panggil clara dari depan rumah
elina. Elina pun membukakan pintu dan menyambut clara. “Eh clara, sini masuk
dulu. Kita nunggu ibuku dulu ya, soalnya ibuku baru keluar sebentar dan tidak
ada yang menjaga rumah” kata elina kepada clara. Clara pun menjawab, “baiklah
taka pa, kita tunggu ibumu sampai pulang.”
Tak lama
kemudian, ibu elina pun pulang. Mereka berpamitan dan bermain ke hutan. Clara
dan elina mempunyai tempat favorit di hutan. Yaitu di bawah sebuah pohon yang
rindang dan terdapat bunga yang bewarna-warni di sekelilingnya. Clara dan elina
sama-sama menyukai bunga. Tempat favorit mereka itu sangat indah, teduh, dan
sejuk. Karena disana terdapat banyak bunga, maka disana juga terdapat banyak
kupu-kupu. “aku sangat menyukai tempat ini, elina.” Kata clara. Kemudian elina
menjawab, “aku juga, tempat ini sangat indah, rasanya aku tidak ingin pulang.”
Kemudian mereka berdua bernyanyi dan menari bersama kupu-kupu yang berada
disana. Jika berada disana, mereka suka lupa waktu, sampai-sampai tak terasa
jika hari sudah mulai sore. Mereka pun memutuskan untuk segera pulang.
Suatu hari
clara merasa bosan. Clara pun pergi ke hutan sendiri karena elina sedang pergi
bersama ibunya. Dia membawa biola kesayangannya. Dan seperti biasa, clara pergi
ke tempat favoritnya. Dia duduk dibawah pohon dan memainkan biolanya menikmati
udara segar pagi itu.
Setelah
selesai memainkan biolanya, clara memutuskan untuk pergi berjalan-jalan
disekeliling hutan. Sampai akhirnya clara bertemu dengan sebuah pohon dan
seekor monyet yang membawa sebuah pisang ditangannya. Clara pun menghampiri
pohon dan monyet itu. Dan dia bertanya, “hai pohon, mengapa kamu terlihat
sedih?” “siapa kamu?” kata pohon itu. “perkenalkan, namaku clara. Rumahmu tak
jauh dari sini. Aku sedang berjalan-jalan menikmati udara pagi. Dan kemudian
aku melihatmu, dan nampaknya kamu sedang sedih.” “ooo.. darimana kamu tau? Ya,
aku memang sedang sedih.” “mengapa kamu bersedih, berceritalah kepadaku,
mungkin aku bisa membantumu.” Kemudian pohon itu mulai menceritakan masalahnya
kepada clara. “aku sedih karena satu persatu teman-temanku hilang diambil
orang.” “ha? Apa maksudmu? Hilang diambil orang?” “iya clara. Apa kamu tidak
tahu? Di depan sana ada manusia yang sedang menebang pohon dengan seenaknya.
Dia mengambil teman-temanku, dan mungkin sebentar lagi orang itu juga akan
menebangku.” Monyet pun ikut berbicara, “iya benar clara. Orang itu sangat
rakus. Aku juga ikut sedih karena jika semua pohon ditebang, aku tidak
mempunyai tempat bergelantungan lagi. Aku tidak bisa bermain-main diatas
pohon.” “ha? Benarkah? Aku belum pernah melihat orang menebang pohon dihutan
ini. Bukankah kita di larang menebang tanpa izin dari petugas?” “benar clara.
Jika kamu tidak percaya, lihat saja sendiri.” Kata monyet. “baiklah aku akan
kesana dan aku akan membantu kalian.”
Clara pun
segera pergi ke tempat yang telah diceritakan oleh pohon tadi. Dan ketika dia
sampai ditempat itu, ternyata benar apa yang dikatakan oleh pohon dan monyet.
Clara pun bersembunyi dibalik semak-semak. Dia melihat seseorang sedang
menebang pohon tanpa izin petugas. Dia terus mengamati orang itu. Orang
tersebut terus menebang pohon sesuka hatinya.
Setelah mengamati orang
tersebut, clara segera meninggalkan tempat itu. Karena dia anak yang pemberani,
dia pun memutuskan untuk segera melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas
hutan.
Ditengah perjalanan,
dia kembali bertemu dengan pohon dan monyet. “hei clara, kamu mau kemana?”
Tanya si monyet. “aku akan menemui petugas hutan dan melaporkan orang tersebut
nyet.” “apa kamu yakin?” Tanya pohon. Clara pun menjawab, “tentu saja aku
yakin. Orang itu tidak bisa terus dibiarkan. Kalo terus dibiarkan, lama-lama
semua pohon akan hilang dan hutan menjadi gundul.” “kamu memang anak yang baik
dan pemberani clara.” Kata monyet. “ya sudah aku harus segera pergi, sampai
jumpa lagi teman-teman.”
Kemudian clara berlari
mememui petugas hutan. “selamat siang, pak.” Kata clara. “selamat siang. Waduh
ada apa nak? Kok di hutan sendirian.” “begini, pak, nama saya clara. Rumah saya
di tepi hutan sana. Saya sedang bermain dihutan. Kemudian saya melihat
seseorang sedang menebang pohon disana. Dan orang tersebut menebang pohon
sesuka hatinya.” “oh benarkah? Dimana tempatnya? Bisakah kamu mengantarkan
bapak kesana?” “baik, pak.”
Selanjutnya, clara dan
petugas hutan menuju tempat dimana orang yang tadi menebang pohon. Sesampainya
disana, si penebang pohon kaget dan ketakutan. “hei, apa yang kamu lakukan?
Kenapa kamu menebang pohon sembarangan?” gertak si petugas hutan. “maaf, pak
saya minta maaf, saya tidak tahu apa-apa.” Kata si penebang pohon. “saya tidak
peduli. Sekarang kamu ikut saya.” Petugas itu pun membawa si penebang pohon itu
ke pos. Dan petugas itu mengucapkan terima kasih kepada clara atas
keberaniaanya.
Setelah petugas dan
penebang pohon itu pergi, clara menghampiri pohon dan monyet. “hei, sekarang
kalian tidak usah bersedih. Penebang pohon itu sudah ditangkap oleh petugas.”
“wah..kamu memang hebat clara.” Kata pohon. “iya benar, kamu hebat clara,
terima kasih sudah menyelamatkan hutan ini.” Kata monyet.” “sama-sama, teman.
Bukankah sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikan hutan
kita?” “hahaha, kamu benar clara.”
*dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Keterampilan Berbahasa dan Bersastra Indonesia*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar